The Epistemology of Justice in Analyzing Judges' Considerations for Determining the Amount of Iddah and Mut'ah Alimony
DOI:
https://doi.org/10.70992/s99ycv08Keywords:
Islamic Law, Justice, Iddah, Mut’ah, AlimonyAbstract
The essence of law is to serve justice, not merely to formalize violence. When people come to court, they are not only seeking a verdict, but also demanding true justice. This shows that the role of the court is to deliver justice, not just to apply the law rigidly. A judge cannot simply be the "mouthpiece of the law" (la bouche de la loi). He must be able to explore and embody the sense of justice that exists in society in each of his decisions. This study examines how judges decide the amount of iddah and mut'ah alimony for divorced wives, a crucial issue in the realization of justice. The aim is to analyze the judges' considerations in determining the amount of alimony, as well as to explore its epistemological basis in the philosophy of justice. Using a qualitative normative-empirical research method, it was found that there are at least seven factors that judges consider. However, when all these factors are present in a single case, judges must be wise in prioritizing the interests of the wife or husband. This requires wisdom and prudence from judges so that the verdict truly reflects a sense of justice for both parties
References
Santoso, M. Agus, Hukum, Moral & Keadilan Sebuah Kajian Filsafat Hukum, Ctk. Kedua, Jakarta : Kencana, 2014.
Siregar, Bisma, Rasa Keadilan, Surabaya : Bina Ilmu, 1996.
Suadi, Amran, Filsafat Keadilan (biological justice dan praktiknya dalam putusan hakim), Cet. I, Jakarta : Kencana, 2020.
Darmodiharjo, Darji dan Sidharta, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2008.
Erwin, Muhammad, Filsafat Hukum, Refleksi kritis terhadap hukum dan hukum Indonesia, Jakarta : Rajawali Press, 2015.
Hidayat, Yusup, Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia, Jakarta : Prenada Media Group, 2020.
Manan, Abdul, Penerapan Hukum Acara Perdata Di Lingkungan Peradilan Agama, Jakarta: Prenada Media Grup, 2008.
Huijber, Theo, Filsafat Hukum, Yogyakarta: Kanisius, 1995.
Madjid, Nurcholish, Islam Doktrin dan Peradaban; Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan, Jakarta: Paramadina, 2000.
Bakir, Herman, Filsafat Hukum, Desain dan Arsitektur Kesejarahan, Bandung : Refika Aditama, 2009.
Arto, Mukti, Penemuan Hukum Islam Demi Mewujudkan Hukum Islam, Buku Kesatu, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2017.
Mardani. Hukum Perkawinan Islam di Dunia Islam Modern. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2011
Suaedi, Pengantar Filsafat Ilmu, Bogor: IPB Press, 2016
Putusan Banding no 40/Pdt.G/2019/PTA.Pdg
Putusan Kasasi no. 923 K/Ag/2019
Muhlifa Nur Prahandika, Penetapan Kadar Nafkah Iddah dan Mut’ah Oleh Hakim Pada Cerai Talak di Pengadilan Agama Salatiga (Studi Putusan Cerai Talak 2017)”, Hukum Keluarga Islam, 2018.
Rika Fitriani dan Abdul Aziz, “Tinjauan Hukum Islam tentang Pembebanan Mut’ah dan nafkah Iddah terhadap Suami yang murtad (Studi kasus putusan pengadilan agama nganjuk no : 1830/Pdt.G/2016/PA.Ngj),” Universitas Hasyim Asy’ari, Vol 3 No.2 Juli-Desember 2019, ISSN : 2549-3132
Riyan Ramdani dan Firda Nisa Syafithri, “Penentuan Besaran Nafkah Madhiyah, Nafkah Iddah dan Mut’ah Dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama”, Adliya, Bandung, Vol.15 No.1 (Maret 2021), ISSN 1978 – 8312
Syaiful Annas, “Masa Pembayaran Beban Nafkah Iddah dan Mut’ah Dalam Perkara Cerai Talak (sebuah Implementasi Hukum Acara di Pengadilan Agama),” Al ahwal, Kalimantan Selatan, Vol.10 No.1 Juni 2017,
Heniyatun, dkk, “Pemberian Mut’ah dan Nafkah Iddah Dalam Perkara Cerai Gugat”, Profetika, Vol.2 No.1, ISSN 1411- 0881
Devi Yulianti dkk, “Pembebanan Mut’ah dan Nafkah Iddah Pada Perkara Cerai Talak Dengan Putusan Verstek”, Mahkamah, IAIN Syekh Nurjati, ISSN 2355 – 0546
Rosalina Dwi Febriani dkk, “Penafsiran Hakim Terhadap Pengaturan Masa Pembayaran Nafkah Iddah dan Mut’ah Dalam Perkara Cerai Talak (Analisis Putusan Nomor 0006/Pdt.G/2018/PTA.BJM dan Putusan No 1812/Pdt.G/2018/PA.Kab.Mlg)”, Malang, studentjournal.ub.ac.id
Alef Musyahadah Rahmah, “Perspektif dan Sikap Hakim Dalam Memutus Perkara Mut’ah dan Nafkah Iddah di Pengadilan Agama Purwokerto, Banyumas, Purbalingga,” Vol.7 No.1 tahun 2017,
Fatimah dkk, “Pemenuhan Hak Istri dan Anak Akibat Putusnya Perkawinan Karena Perceraian (Studi Kasus di Pengadilan Agama Banjarmasin)”, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Lambung Mangkurat, Vol 4 No.7, Mei 2014,
Dahliana, “Nafkah Bagi Bekas Istri Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus Putusan No.341/Pdt.G/2016/MS.Sgi dan Putusan No.44/Pdt.G/2017/MS-Aceh),” Al Qadha, Vol 5, No.2 Juli 2018.
https://sabdakhairuss.blogspot.com/pengertian -epistemologi.html diakses pada tanggal 14 Januari 2021
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M. Yanis Saputra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

